Biarpun sampai hujung nyawa,
Takkan aku lupa setiap katamu,
Lidah yang kau pinjam dari neraka,
Kau baitkan kata-kata hina,
Melempias amarahmu tanpa selidik,
Hanya kerna percaya dusta anakmu
Aku pernah bersumpah segala nyawaku,
Selagi aku masih dikandung nyawa,
Aku pohon agar hinaanmu memakan diri
Seluruh keturunanmu akan merasa,
Bait hina dan fitnahmu sendiri
Kau akan kunyah setiap hinaanmu
Sepertimana kau nerakakan kehidupan orang lain,
Aku percaya doaku kan tembus,
Tujuh petala langit,
Dengan setiap lakumu
Kau akan jilat setiap ludahmu
Apa hakmu menghina ciptaan tuhan
Sedang kau juga ciptaanNya yang tidak sempurna,
Lidahmu bak neraka yang memamah api,
Membakar jiwa mereka yang kau aniaya
Yang kau mainkan maruah dan perasaannya
Selagi aku bernyawa,
Doaku takkan habis,
Itu janjiku padamu,
Kau akan ketahui kebenarannya,
Kau akan nikmati,
Kifarah yang pasti.
~Ilya Yasnorina Ilyas
12.14am
Melbourne
Saturday, 11 February 2017
Tuesday, 7 February 2017
#Suami
Andai kunci syurga isteri itu letaknya pada suami,
Ditaatnya dia penuh rela,
Dijaganya dia penuh cinta,
Lelahnya dia membawa zuriat dalam dirinya,
Bertaruh antara nyawa dan kematian
untuk melahirkan cinta hati
demi suami segalanya kernanya
Adakah layak dia dipersia
Dizalimi dicurangi dibelah hatinya ternganga
Andai suami itu kuncinya syurga
Jangan kau zalimi isterimu
Yang cuma kau pegang itu nanti
Hanya kunci neraka
~Ilya Yasnorina~
Melbourne
7/2/2017
8.47pm
Ditaatnya dia penuh rela,
Dijaganya dia penuh cinta,
Lelahnya dia membawa zuriat dalam dirinya,
Bertaruh antara nyawa dan kematian
untuk melahirkan cinta hati
demi suami segalanya kernanya
Adakah layak dia dipersia
Dizalimi dicurangi dibelah hatinya ternganga
Andai suami itu kuncinya syurga
Jangan kau zalimi isterimu
Yang cuma kau pegang itu nanti
Hanya kunci neraka
~Ilya Yasnorina~
Melbourne
7/2/2017
8.47pm
Sunday, 5 February 2017
#Biasa
Aku cuma gadis biasa
Aku bukan rupawan yang bisa digilai
Aku bukan hartawan untuk dibangga
Aku tidak punya gelar dunia
Aku tidak punya apa-apa
Cuma gadis biasa
Kerna aku yang biasa
Aku tidak dipandang manusia
Jauh sekali untuk di sanjung
Adakala aku di hina manusia
Hanya kerna aku tidak punya apa
Aku cuma ada semangat kental
Takkan pernah sekali luntur
Selagi nyawa masih di badan
Kan ku berjuang demi gapai cita
Impian menggunung orang tuaku
Kan ku daki puncak yang tinggi
Menggapai langit sana
Sedang aku makin lelah berdiri
Aku semakin rapuh
Sedang aku tidak dipeduli
Aku terpinggir dalam dunia ku sendiri
Berjuang sendiri tanpa siapa di sisi
Hanya aku tidak punya apa
Berperang dengan kurangnya diri dan impian sendiri
Satu ketika kejayaan dalam genggaman
Sudah ku punya semua
Mungkin aku akan dipandang
Di kejar dan di gilai
Lelaki.
Setan.
Dasar.
~Ilya Yasnorina
Melbourne
5/02/2017
Subscribe to:
Comments (Atom)